CEDERA KEPALA PADA ANAK

Cedera kepala merupakan penyebab kematian utama pada anak diatas usia 1 tahun di Amerika Serikat. Cedera kepala atau yang biasa juga disebut trauma kepala mempunyai berbagai dampak antara lain dampak emosi, dampak psikososial dan dampak ekonomi baik bagi anak maupun bagi keluarganya akibat dari lamanya masa perawatan di rumah sakit dan perlunya perawatan jangka panjang pasca trauma. Otak anak yang lebih lunak dari pada otak orang dewasa menjadikannya lebih mudah mengalami cedera bila terjadi perubahan kecepatan mendadak (trauma).

Trauma kepala selain dapat menyebabkan kematian, juga dapat menyebabkan akibat buruk lain yaitu kecacatan permanen.  10-20% anak yang mengalami cedera kepala berat akan mengalami masalah dengan ingatan jangka pendeknya dan menunjukkan respons yang lebih lambat, terutama jika mengalami koma sekurangnya 3 minggu. Selain itu, lebih dari setengahnya akan mengalami gangguan saraf.

  • Rasa kantuk berlebihan, kepala berat, dan sulit dibangunkan. (Oleh karenanya, dalam masa awal setelah cedera kepala, penderita harus selalu dibangunkan tiap 2-3 jam).
  • Rasa mual dan muntah yang berlebihan.
  • Kejang, penurunan kesadaran, atau gangguan saraf lainnya.
  • Perdarahan atau keluarnya cairan dari lubang hidung atau telinga.
  • Sakit kepala yang hebat, dan semakin memberat.
  • Rasa lemah atau rasa baal / kebal pada anggota tubuh.
  • Rasa bingung, linglung, atau tiba-tiba mengalami perubahan perilaku.
  • Muncul gangguan penglihatan, gangguan gerakan mata, dan ukuran pupil mata (lubang hitam di tengah mata) yang tidak sama antara kanan dan kiri.
  • Denyut nadi yang sangat lambat atau justru terlalu cepat.
  • Pola pernapasan yang tidak seperi keadaan normal.

Cedera kepala merupakan penyebab kematian utama pada anak diatas usia 1 tahun di Amerika Serikat. Cedera kepala atau yang biasa juga disebut trauma kepala mempunyai berbagai dampak antara lain dampak emosi, dampak psikososial dan dampak ekonomi baik bagi anak maupun bagi keluarganya akibat dari lamanya masa perawatan di rumah sakit dan perlunya perawatan jangka panjang pasca trauma. Otak anak yang lebih lunak dari pada otak orang dewasa menjadikannya lebih mudah mengalami cedera bila terjadi perubahan kecepatan mendadak (trauma).

Trauma kepala selain dapat menyebabkan kematian, juga dapat menyebabkan akibat buruk lain yaitu kecacatan permanen.  10-20% anak yang mengalami cedera kepala berat akan mengalami masalah dengan ingatan jangka pendeknya dan menunjukkan respons yang lebih lambat, terutama jika mengalami koma sekurangnya 3 minggu. Selain itu, lebih dari setengahnya akan mengalami gangguan saraf.

Dalam banyak aspek, pengelolaan cedera kepala  pada anak serupa dengan dewasa. Namun dalam beberapa hal sedikit berbeda atau sangat khusus. Anak-anak terutama yang berusia 2 tahun kebawah rentan terhadap komplikasi dan sekuele berat setelah cedera kepala berat. Banyak dari komplikasi tsb. berkaitan dengan cedera sekunder otak seperti edema, hiperemia, hipoksia. Akan dibahas pengelolaan pasien dengan cedera kepala  berat dimana pasien tidak dapat ikut perintah, koma (GCS £ 8), dan tidak dapat membuka mata

Mekanisme cedera kepala  berat serupa dengan dewasa, namun anak yang tertabrak kendaraan 3 kali lebih sering dari dewasa. Kecelakaan sepeda juga sering, namun akibat jatuh tidak sesering dewasa. Walau begitu, derajat kerusakan yang diakibatkan oleh jatuh tidak sama dengan dewasa.

 

Kriteria Rawat.

Jelas tidak semua cedera kepala pediatrik serius.Kebanyakan tidak. Karenanya diperlukan beberapa kriteria untuk memutuskan apakah anak harus dirawat. Evaluasi terhadap semua anak adalah sama :

1.     Riwayat jelas sekitar kejadian serta reaksi anak atas cedera tsb.

2.     Pemeriksaan neurologis singkat namun adekuat serta pemeriksaan fisik umum.

3.     Lakukan pemeriksaan radiografi dan laboratorium,

KENALI TANDA YANG BERBAHAYA DAN CEDERA KEPALA ANAK, BILA TERDAPAT GEJALA TERSEBUT HARUS DILAKUKAN PERAWATAN ATAUN PEMERIKSAAN LEBIH LENGKAP

  •  Semua defisit neurologis.  (GANGGUAN KESADARAN, KEJANG, LUMPUH, LEMAS,)
  • Kejang.
  • Muntah.
  • Nyeri kepala berat.
  • Demam.
  • Fraktura tengkorak.
  • Pingsan lama.
  • Perubahan status mental.
  • Cedera yang tidak bisa dijelaskan (child abuse).

GEJALA YANG HARUS DICERMATI SAAT PENDERITA DIBOLEHKAN PULANG ATAU OBSERVASI DI RUMAH

  • Rasa kantuk berlebihan, kepala berat, dan sulit dibangunkan. (Oleh karenanya, dalam masa awal setelah cedera kepala, penderita harus selalu dibangunkan tiap 2-3 jam).
  • Rasa mual dan muntah yang berlebihan.
  • Kejang, penurunan kesadaran, atau gangguan saraf lainnya.
  • Perdarahan atau keluarnya cairan dari lubang hidung atau telinga.
  • Sakit kepala yang hebat, dan semakin memberat.
  • Rasa lemah atau rasa baal / kebal pada anggota tubuh.
  • Rasa bingung, linglung, atau tiba-tiba mengalami perubahan perilaku.
  • Muncul gangguan penglihatan, gangguan gerakan mata, dan ukuran pupil mata (lubang hitam di tengah mata) yang tidak sama antara kanan dan kiri.
  • Denyut nadi yang sangat lambat atau justru terlalu cepat.
  • Pola pernapasan yang tidak seperi keadaan normal.

CEDERA KEPALA PADA ANAK , TIDAK BERBAHAYA BILA :

  • Tidak ada gangguan dalam orientasi waktu dan tempat.
  • Tidak ada gangguan kesadaran dan ingatan.
  • Tidak mengalami muntah-muntah dan sakit kepala hebat.
  • Tidak didapatkan tanda-tanda adanya tulang yang patah.
  • Jarak menuju rumah sakit tidak terlalu jauh.
  • Penderita dapat ditunggui selama dirawat di rumah paling tidak dalam 2 hari pertama..

 

Supported  by
CLINIC FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

 

 

 

                                                                                                            

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider.

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s