Pentingnya Monitoring Lingkar Kepala Pada Anak
Tumbuh dan berkembang seorang anak sangat penting dan merupakan investasi terbaik bagi masa depannya. Gangguan pertumbuhan khususnya gangguan pertumbuhan ukuran kepala sangat penting dilakukan sejak usia di bawah 3 tahun.
Selama ini monitoring pertumbuhan pada anak didominasi oleh berat badan dan tinggi badan. Seringkali pertumbuhan lingkar kepala diabaikan. Padahal hal itu sangat penting untuk mendeteksi sejak dini gangguan perkembangan otak dan gangguan lainnya. Bila terlambat dalam mendeteksinya maka daat memperberat kelaianan yang sudah ada.
Pertumbuhan Normal Lingkar Kepala
Ukuran lingkar kepala bayi dan anak memang berbeda-beda pada setiap individu. Paramater yang sering dipakai oleh seorang klinisi untuk menentukan batas normal ukuran lingkar kepala dengan memakai skala Nellhaus. Ukuran lingkar kepala normal sekitar 30 sampai 37 cm. Pertumbuhan lingkar kepala akan bertambah 2 cm setiap bulan pada usia 0-3 bulan. Pada usia 4-6 bulan akan bertambah 1 cm per bulan, dan pada usia 6-12 bulan pertambahannya 0,5 cm per bulan. Sampai usia 5 tahun biasanya sekitar 50 cm. Usia 5-12 tahun hanya naik sampai 52-53 cm setelah usia 12 tahun akan menetap tidak akan membesar lagi.
Gangguan ukuran kepala dikatakan tidak normal bila besar lukuran lingkar kepala bayi kurang atau lebih dari 2 Standard Deviasi sesuai usia menurut skla Nelhaus. Bayi atau anak dengan gangguan ukuran besar kepala ini kadang disertai dengan ubun-ubunnya telah tertutup semenjak lahir. Kondisi bayi seperti ini, perkembangan otaknya akan terganggu. Bila perkembangan otak tidak optimal biasa perkembangan motorik dan kecerdasannya juga tidak optimal.
Meski ukuran kepala tidak ada pengaruhnya dengan kecerdasan bayi tetapi ukuran lingkar kepala berkaitan dengan volume otak. Volume normal otak bayi baru lahir adalah 350 gram. Bila diameter kepala bayi sekitar 30 cm, maka volume otaknya bisa kurang dari itu. Tetapi bukan berarti bila volumenya banyak anak jadi cerdas. Tetapi harus
Begitu juga perbedaan bentuk kepala, tak ada kaitan sama sekali denga kecerdasan dan volume otak. Orang tua dan dokter sebaiknya tidak mengabaikan pertumbuhan lingkar kepala anaknya. Selain mengukur lingkar kepala, memeriksa ubun-ubun anak sangat perlu dilakukan guna mengetahui perkembangan otak anak. Ubun-ubun ini menandai perkembangan dan pertumbuhan otak anak berlangsung secara normal atau tidak. Penutupan ubun-ubun yang normal berlangsung pada usia 6 sampai 18 bulan. Bila bayi ubun-ubunnya sudah menutup atau proses menutupnya terlalu cepat dari waktu yang normal, harus dikenali penyebabnya. Beberapa gangguan dengan terlalu cepat menutupnya Ubun-ubun besar berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan khususnya otak dan kecerdasan anak.
Penyebab
Ukuran besar kecilnya pertumbuhan ukuran lingkar kepala anak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor yang paling sering adalah keturunan. Ukuran lingkar kepala anak tidak jauh berbeda dengan ukuran lingkar kepala dengan salah satu orang tuanya bila mereka dewasa kelak. Faktor lain yang berpengaruh adalah gangguan saat dalam kandungan bisa karena infeksi kehamilan, kelainan kromosom atau kelainan genetik.
Gangguan pertumbuhan lingkar kepala yang kurang sesuai normal dibidang kedokteran disebut Mikrosefali. Penyebab yang sering adalah adalah gangguan saat dalam kandungan bisa karena infeksi kehamilan, kelainan kromosom atau kelainan genetik.
Sebaliknya bila ukuran lingkar kepalanya lebih besar maka disebut makroseli. Gangguan yang terjadi bisa karena fungsional atau normal karena keturunan salah satu orang tuannya. Penyebab lainnya bisa karena kelainan hidrosefalus.
Hidrosefalus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat saraf yang vital.
Penyebap Hidrosefalus terbagi dua, yakni Kongenital; disebapkan ganguan perkembangan janin dalam rahim (misalnya Malformasi Arnold Chiari) atau infeksi intrauterine.
Manifestasi Klinis Hidrosefalus adalah lingkar kepala membesar, fontanel antrior menonjol. Vena pada kulit kepala dilatasi dan terlihat jelas pada saat bayi menangis. Terdapat bunyi creckedpot (tanda Macewen) disertai mata melihat kebawah, mudah terstimulasi, lemah dan kemampuan makan berkurang. Opisthotonus, dan spatik pada ekstremitas bawah.
Pada bayi dengan malformasi mulut, bayi mengalami kesulitan menelan. Bunyi nafas heras (stridor), Kesulitan bernafas, Apnea, dan tidak ada refleks muntah, Sakit kepala, papil edema.Strabismus, ataxia, letargi, bingung, dan bicara inkoheren.
Supported by
Clinic For Children Yudhasmara Foundation JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646 email : judarwanto@gmail.com http://childrenclinic.wordpress.com/
Clinical and Editor in Chief :
Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician
email : judarwanto@gmail.com,
Copyright © 2010, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.



